RSS

SISTEM PENILAIAN SNMPTN 2011

31 Mar

 

Berdasarkan informasi yang dapat ditemui pada situs resmi SNMPTN 2011 http://www.snmptn.ac.id/ yang menyatakan bahwa :

PERTAMA :

PEMBOBOTAN HASIL UJIAN

  1. Program Studi yang tidak mengadakan Ujian Keterampilan, proporsi bobotnya adalah sebagai berikut:
    1. Tes Potensi Akademik (TPA)                 : 30%
    2. Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP)          : 70%

KEDUA :

PENILAIAN HASIL UJIAN TERTULIS

Penilaian hasil ujian menggunakan ketentuan sebagai berikut:

Jawaban BENAR : + 4

Jawaban SALAH : –  1

Tidak Menjawab :   0

KETIGA :

Setiap mata ujian akan dinilai berdasarkan peringkat dengan skala nol sampai seratus sebelum nilai tersebut dijumlahkan dengan nilai mata ujian lainnya. Oleh karena itu, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan.

Maka dapat disimpulkan bahwa :

A.

Untuk SKOR masing2 TEST BIDANG STUDI dinilai dengan rumusan

SKOR = BOBOT x (JLH BENARx4 + JLH SALAHx-1)

1. Untuk test TPA NILAI HASIL UJIAN TERTULIS dikalikan dengan 0,3 (BOBOTNYA 30%)

Contoh : Misalkan si Budi pada test TPA mendapatkan BENAR = 60, SALAH = 10, KOSONG = 5, maka SKOR TPA-nya adalah 0,3 x (60×4 + 10x-1) =  69

2. Utk test MATDAS, BING, BIND, MATIPA, FIS, KIM, BIO masing-masing NILAI HASIL UJIAN TERTULIS dikalikan dengan 0,7.

Contoh : si Budi memperoleh masing2

MATDAS : 12,3,0 (B,S,K), maka SKOR = 0,1 x (12×4 + 3x-1) = 4,5

BING : 14,1,0 (B,S,K), maka SKOR = 0,1 x (14×4 + 1x-1) = 5,5

BIND : 13,1,1 (B,S,K), maka SKOR = 0,1 x (13×4 + 1x-1) = 5,1

MATIPA : 10,5,0 (B,S,K), maka SKOR = 0,1 x (10×4 + 5x-1) = 3,5

FISIKA : 12,2,1 (B,S,K), maka SKOR = 0,1 x (12×4 + 2x-1) = 4,6

KIMIA : 14,0,1 (B,S,K), maka SKOR = 0,1 x (14×4 + 0x-1) = 5,6

BIOLOGI : 15,0,0 (B,S,K), maka SKOR = 0,1 x (15×4) = 6

B.

Setiap SKOR dari masing-masing TEST BIDANG STUDI dinilai berdasarkan peringkat peserta ujian pada masing-masing TEST BIDANG STUDI dengan menggunakan skala 0 s/d 100 yang dapat diasumsikan dengan rumusan :

100 x [1 – (PERINGKAT/JLH PESERTA)]

Jadi jika SKOR TPA Budi memperoleh Peringkat 5 pada Jurusan (Program Studi) yang dia pilih dengan misalkan Jumlah Peserta di Prodi tersebut sebanyak 1000 orang, maka SKOR AKHIR TPA-nya adalah :

100 x [1 – (5/1000)] = 99,5

Misalkan peringkat yang Budi peroleh utk test MATDAS, BING, BIND, MATIPA, FIS, KIM, BIO, masing2 adalah 10,12,15,9,11,5,10, maka masing2 SKOR akhirnya adalah

MATDAS = 100 x [1 – (10/1000)] = 99

BING = 100 x [1 – (12/1000)] = 98,8

BIND = 100 x [1 – (15/1000)] = 98,5

MATIPA = 100 x [1 – (9/1000)] = 99,1

FIS = 100 x [1 – (11/1000)] = 98,9

KIM = 100 x [1 – (5/1000)] = 99,5

BIO = 100 x [1 – (10/1000)] = 99

Maka SKOR AKHIR SNMPTN-nya adalah :

99,5 + 99 + 98,8 + 98,5 + 99,1 + 98,9 + 99,5 + 99 = 792,3

Berdasarkan SKOR 792,3 maka kelulusan Budi dinilai dengan dibandingkan SKOR AKHIR para peserta lainnya di Prodi yang sama dengan memperhatikan Daya Tampung pada Prodi tersebut.

Dengan demikian seorang peserta ujian memang dituntut untuk memperoleh nilai setinggi tingginya pada semua test bidang studi. Sehingga semakin tinggi peringkat yang diperoleh.

SANGAT TIDAK DISARANKAN UNTUK TIDAK MENGUTAMAKAN SATU ATAU LEBIH TEST BIDANG STUDI. KARENA DENGAN SISTEM PENILAIAN DIATAS, MAKA SEMUA TEST BIDANG STUDI ADALAH YANG TERUTAMA TANPA MEMANDANG KURANG PERLU PADA TEST BIDANG STUDI YANG LAIN!

Thanks

[B54M]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 31, 2011 in SNMPTN

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: